Selasa, 27 Januari 2009 di 22.47 |  
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita karunianya. Shalawat serta Salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam penulisan makalah ini, Penulis akan memaparkan serta memberikan sedikit penjelasan tentang “Profesionalisme Guru”. Untuk Memaparkannya penulis berpacu kepada satu sumber, yang mana setelah itu penulis akan memberikan sedikit gagasan dari apa yang tertera pada sumber berikut. Pada penulisan Makalah ini, penulis menyadari sepenuhnya masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritikan dan saran yang bersifat membangun makalah ini sangat diperlukan.

Akhirnya, atas segala kekurangan permintaan maaf diutamakan dan kepada Allah kita serahkan segalanya. Semoga Makalah ini dapat menjadi sebuah manfaat bagi kita semua.
Amin …………….




Banda Aceh, 15 Januari 2009-01-16


Penulis.

BAB I
PENDAHULUAN
Guru adalah sosok yang sangat dihormati karena memiliki peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan peserta didik dan juga memiliki andil yang sangat besar terhadap suatu pembelajaran. Selain itu, Seorang guru juga merupakan orang tua kedua bagi peserta didik. Guru disini tidak hanya dalam artian untuk mengajar peserta didik, akan tetapi juga mendidik serta melatih peserta didik demi terwujutnya suatu impian peserta didik dengan hasil yang maksimal.
Profesionalisme merupakan sikap seseorang dalam melakukan pekerjaannya, dalam menghadapi muridnya, dan sebagainya. Dalam kondisi pendidikan sekarang ini profesionalisme seorang guru tentu sangat kita perlukan dari semua itu kita dapat melihat keberhasilan seorang guru menjalankan tugasnya.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Profesionalisme Guru
Profesionalisme merupakan sikap seseorang dalam melakukan pekerjaannya, dalam menghadapi muridnya, dan sebagainya. Selain itu profesionalisme juga salah satu kunci sukses yang esensial didalam menjali hubungan dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan, Profesional adalah hasil kerja seseorang yang mana melalui itu semua dapat menghasilkan guru tersebut menjadi professionalisme.
Seseorang yang memiliki predikat professional memiliki cirri-ciri yang selalu melekat dalam pikirannya, dan tercermin dalam tingkah laku dari para professional. Ciri-ciri tersebut adalah :
1. Disiplin
2. Berorientasi pada kualitas
3. Rajin dan Antusias
4. Berfikir positif
5. Fleksibel
6. Rasional
7. Etis
8. Kompeten
9. Strategis

Untuk mewujutkan profesionalismenya, seorang guru harus benar-benar memahami tentang profesinya, Sebagai guru baik dalam mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik.



B. Keterampilan mengajar
Untuk memahami lebih lanjut tentang profesionalisme seorang guru apat kita lihat disaat guru tersebut disaat menjalankan tugasnya. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah dalam proses belajar-mengajar. Keterampilan mengajar merupakan kompetensi professional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Di dalam bukunya, Dr.E.Mulyasa, M.pd (2006:29), Terdapat 8 keterampilan yang diungkapkan oleh Turney (1973), diantarnya :

• Keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya sangat penting dikuasai oleh seorang guru, Karena kualitas bertanya seorang guru sangat menentukan kualitas jawaban dari seorang murid. Semua itu untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Menurut Dr,E. Mulyasa, M.pd, dalam bukunya yang berjudul “Menjadi Guru Profesional”, menyatakan bahwa keterampilan bertanya seorang guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.

• Keterampilan Memberi Penguat
Yang dimaksud penguat disini adalah respon terhadap suatu prilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terluangnya kembali perilaku tersebut. Penguat disini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu verbal dan non verbal, dengan prinsip kehangatan keantusiasan, kebermaknaan, dan menghindari pengguna respon yang negative. Contoh dari penguat Verbal yaitu berupa kata-kata dan kaliamat, sedangakan non Verbal yaitu ancangan Jempol, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan lainnya.

• Keterampilan mengadakan Variasi
Keterampilan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kebosanan diantara peserta didik. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motifasi belajar peserta didik.

• Ketermpilan menjelaskan
Menjelaskan adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dalam mendiskripsikan suatu keadaan, benda, fakta, dan lainnya sesuai dengan kenyataan ataupun sesuai dengan aturan serta hokum yang berlaku. Selain itu, menjelaskan juga merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru untuk memberikan penjelasan. Terhadap beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan suatu penjelasan. Diantaranya :

a. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik diawal, ditengah, maupun diakhir pembelajaran.
b. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.
c. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
d. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
e. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.

Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran juga memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan.
a. Perencanaan
b. Penyajian

• Keterampilan Membuka dan menutup pembelajaran.
Kedua keterampilan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai dan mengkhiri. Dan juga memberikan kesan tersendiri bagi peserta didik dan guru.
Membuka dan menutup pembelajaran yang dilakukan secara professional tentu akan memberikan kesan yang positif bagi peserta didik :
1. Membangkitkan motifasi peserta didik.
2. Peserta didik memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang harus dilakukan.
3. peserta didik memperoleh gambaran yang jelas mengenai pendekatan yang akan diambil dalam mempelajari materi serta mencapai tujuan yang dirumuskan.
4. Peserta didik memahami hubungan antara bahan-bahan atau pengalaman yang telah dimilikinya dengan hal-hal yang baru akan dipelajar.
5. Peserta didik dapat menhubungkan fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip dalam suatu peristiwa pembelajaran.
6. peserta didik mengetahui tingkat keberhasilan atau tingkat pencapaian tujuan terhadap bahan yang dipelajari.

• Keterampilan Membimbing Diskusi kelompok kecil
Disini guru memiliki untuk membimbing para peserta didiknya, karena sebuah diskusi tentu banyak kendala yang muncul diantara peserta didik dengan begitu peran guru disini menjadi elevator peserta didik mencoba mencoba untuk memberikan jalan keluar yang diinginkan melalui ide-ide serta cara-cara yang cemerlang pula.
Dalam diskusi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi
2. Memperluaskan masalah atau arunan pendapat
3. Menganalisis pandangan peserta didik
4. Meningkatkan partisipasi peserta didik
5. Menyebarkan kesempatanberpartisipasi
6. Menutup diskusi

• Keterampilan mengolola kelas
Pengololaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim ataupun suasana pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika menjadi ganguan dalam pembelajaran.
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengololaan kelas adalah :
1. Kehangatan dan keantusiasan
2. Tantangan
3. Bervariasi
4. Luwesi
5. Penekanan pada hal positif
6. penanama disiplin diri.

Selain itu, pada keterampilan kelas mengolola kelas disamping prinsip-prinsip juga terdapat beberapa komponen, diantaranya :
1. Penciptaan dna pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian konsisi belajar yang optimal
3. Pengololaan kelompok dengan cara peningkatan kerjasama dan keterlibatan, serta menangani konflik dan menangani masalah yang timbul.
4. Menentukan dan mengatasiperilaku yang menimbulkan masalah.

• Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan ini merupakan keterampilan yang memberikan guru untuk lebih memberikan perhatian terhadap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dan peserta didikataupun antara peserta didik itu sendiri
Keterampilan ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengembangkan keterampilan dan mengorganisasikan
2. Membimbing dan memudahkan belajar
3. Perencanaan pengguanaan ruangan
4. Pemberian tugas yang jelas, menantang, dan menarik




C. Gagasan dari penulis makalah.

Semua penjelasan diatas merupakan kutipan dari buku yang berjudul “Menjadi Guru Profesional” oleh Dr.E, Mulyasa, M.pd (2006: 69-92).Dari kedelapan keterampilan tersebut dapat kita simpulkan bahwa semua keterampilan itu merupakan beberapa cara untuk mewujudkan semua keterampilan itu merupakan beberapa cara untuk mewujudkan keprofesionalisme seoranga guru. Dengan kata lain keterampilan tersebut merupakan keterampilan seorang guru untuk menguasai kelas dan peserta didik. Sebagai sedikit menambah penjelasan pengendalian sikapmerupakan suatu unsur yang sangat harus dipenuhi karena dengan itu semua peserta didik dapat menilai seorang guru.

BAB III
KESIMPULAN
Dari semua uraian, dapat kita simpulkan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kompetensi professional. Pengertian dari profesionalisme itu sendiri adalah sikap seorang guru dalam melakukan pekerjaannya, dalam menghadapi muridnya, dsb.

Beberapa keterampilan mengajar
1. Keterampilan bertanya
2. Keterampilan memberi penguatan
3. Keterampilan mengadakan variasi
4. Keterampilan menjelaskan
5. Menjelaskan membuka dan menutup pembelajaran
6. Keterampilan membimbing kelompok kecil
7. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
8. Keterampilan mengelola kelas

DAFTAR PUSTAKA
- E, Mulyasa, Dr, M.pd. (2006), Menjadi Guru Profesional, ; PT. Remaja Rosdakaryas
Diposkan oleh isma

0 komentar:

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum